ButonmintZ.blogspot.com-Ini adalah gambar yang sebenarnya dari bencana nuklir Chernobyl.
foto hitam putih, diambil tak lama setelah tragedi Ukraina 1986, mengungkapkan kebenaran di balik tragedi itu bahwa pemerintah Soviet sedang mencoba menutup-nutupi. Tapi meskipun membantu dunia luar untuk memahami apa yang telah terjadi yang naas April 26.
Dari empat fotografer mencatat tragedi itu, Anatoly Rasskazov dan Valery Zufarov telah meninggal karena penyakit terkait radiasi dan Igor Kostin terus-menerus sakit karena eksposur.
foto hitam putih, diambil tak lama setelah tragedi Ukraina 1986, mengungkapkan kebenaran di balik tragedi itu bahwa pemerintah Soviet sedang mencoba menutup-nutupi. Tapi meskipun membantu dunia luar untuk memahami apa yang telah terjadi yang naas April 26.
Dari empat fotografer mencatat tragedi itu, Anatoly Rasskazov dan Valery Zufarov telah meninggal karena penyakit terkait radiasi dan Igor Kostin terus-menerus sakit karena eksposur.
• Tragedi: Ini adalah gambar menghantui bagi bencana nuklir Chernobyl
• Haunting: foto hitam putih, diambil tak lama setelah kecelakaan tahun 1986, mengungkapkan kebenaran di balik tragedi itu bahwa pemerintah Soviet sedang mencoba untuk menutup-nutupi
• Exposed: Tapi meskipun membantu dunia luar untuk memahami apa yang telah terjadi pada April 26, gambar telah memiliki korban manusia.
fotografer satunya yang tampaknya selamat efek buruk adalah Volodymyr Repik.Anatoly Rasskazov, sebagai staf fotografer untukmeliput, diizinkan pada hari ledakan.
Pada tanggal 26 April pada pukul 12 siang, hanya beberapa jam setelah ledakan, ia membuat video dari reaktor hancur dan diserahkan ke komisi khusus yang bekerja di sebuah bunker dekat dengan pabrik.
Foto Rasskazov itu diserahkan ke komisi dengan 23:00 pada hari yang sama - dan segera disita oleh polisi rahasia Soviet.
Hanya dua dari gambar-gambarnya diterbitkan pada tahun 1987, tanpa menyebutkan nama penulis.
Rasskazov meninggal pada tahun 2010, berusia 66, setelah menderita selama bertahun-tahun dari penyakit kanker darah yang ia menyalahkan pada radiasi.Igor Kostin, sekarang 76, bekerja untuk kantor berita Novosti ketika ia dikirim untuk menutupi April 26 kecelakaan.
• Terkutuklah: Dari empat fotografer mencatat tragedi itu, Anatoly Rasskazov dan Valery Zufarov telah meninggal karena penyakit terkait radiasi dan Igor Kostin terus-menerus sakit karena eksposur
• terhindar: Satu-satunya bentak telah selamat tampaknya efek sakit adalah Volodymr Repik
• Eksklusif: Anatoly Rasskazov, sebagai staf fotografer untuk peliputan, diizinkan pada hari ledakan
Mendapatkan akses tidak sah ke peliputan itu, hitching tumpangan pada penerbangan utama yang tertutup helikopter militer, ia mengaku 'bodoh' membuka jendela untuk mengambil gambar.
Tapi, meskipun ia mengenakan setelan pelindung timah dan peralatannya ditempatkan di kotak timah, ia kembali ke rumah dengan tidak ada untuk menunjukkan untuk tekadnya untuk mendokumentasikan krisis.
Radiasi itu begitu tinggi sehingga semua gambar nya ternyata hitam - dan begitu ia kembali, sembilan hari setelah ledakan, untuk mengambil frame.
Kerja Kostin di hari-hari setelah ledakan itu dan dalam tahun-tahun berikutnya di Chernobyl dia memenangkan World Press Photo Prize. Tetapi juga mengunjukkan dia kepada tingkat berat radiasi. Dia telah menjalani operasi tiroid beberapa, dengan kanker tiroid salah satu konsekuensi paling luas ledakan.
Valery Zufarov meninggal pada tahun 1993, berusia 52, Chernobyl dengan penyakit terkait.Gambar pertamanya dibuat dari sebuah helikopter 25 meter di atas peliput.Volodymyr Repik, sekarang 66, tahun lalu mengatakan bahwa, jika dia punya waktu lagi, ia tidak akan pergi ke Chernobyl karena risiko kematian sangat tinggi.
Pripyat, dekat dengan pembangkit listrik, telah meninggalkan kota mati karena ledakan di pabrik disebabkan radiasi bocor dari reaktor nuklir. 50.000 warga dievakuasi dalam operasi pemerintah utama memulai hari setelah bencana tersebut, pada tanggal 27 April.
Pertempuran mengandung kontaminasi dan mencegah bencana yang lebih besar akhirnya melibatkan lebih dari 500.000 pekerja dan menelan biaya 18 miliar rubel diperkirakan, melumpuhkan ekonomi Soviet.
Tiga puluh satu reaktor staf dan pekerja darurat tewas dalam bencana nuklir, meskipun sebuah laporan tahun 2006 memperkirakan penyebaran radiasi akhirnya akan menyebabkan antara 30.000 dan 60.000 kematian akibat kanker.
Chernobyl adalah
sebuah kota tak berpenghuni di ukraina utara, tepatnya di oblast kiev
dekat dengan perbatasan belarusia.
Kota ini ditinggalkan penghuninya tahun 1986 setelah bencana ledakan
pembangkit listrik tenaga nuklir yang terkenal sebagai bencana chernobyl
yang terletak 14,5 km utara-barat laut. Pembangkit tersebut dinamakan
sesuai dengan nama kotanya, dan terletak di chernobyl raion (distrik),
tetapi bukan merupakan tempat tinggal bagi pekerjanya. Pada saat
pembangunan pembangkit tersebut, sebuah kota kembar, prypiat dibangun
didekatnya untuk para pekerjanya.
Chernobyl terletak di koordinat 51°38′ lu 30°11′ bt sekarang kota ini
masih berpenghuni walau hanya sedikit. Tingkat radiasi di kota ini masih
dalam keadaan kritis,yaitu pada 5,6 roentgen per second (r/s) (0.056
grays per second, atau gy/s).
Sejarah tragedi chernobyl
tanggal 26 april 1986, 22 tahun lalu, pukul 01.23 terjadi ledakan pada
unit 4 pltn chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena
mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di hiroshima dan nagasaki,
jepang, saat berkecamuk perang dunia ii yang menewaskan sekitar 220.000
orang.trauma hiroshima dan nagasaki belum hilang dari ingatan orang,
muncul kembali peristiwa chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar
pada pltn selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai media cetak dan
elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang
bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.
Trauma yang melanda masyarakat di lokasi kejadian dan sekitarnya akibat
peristiwa chernobyl menjadikan setiap tanggal 26 april pukul 01.23
lonceng berdentang-dentang di ukraina. Walaupun malam telah larut dan
udara dingin, namun warga tetap terjaga. Mereka meletakkan bunga dan
lilin di monumen korban bencana chernobyl.
Upacara yang sama digelar di slavutych, rusia, kota yang didirikan untuk
menampung para pekerja reaktor chernobyl. Upacara juga diperingati di
negara tetangga ukraina, yaitu belarus, yang ikut menderita akibat
bencana chernobyl.
Penyebab kecelakaan
reaktor chernobyl jenis rbmk didirikan di atas tanah rawa di sebelah
utara ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara kiev. Reaktor unit 1 mulai
beroperasi pada 1977, unit 2 pada 1978, unit 3 pada 1981, dan unit 4
pada 1983. Sebuah kota kecil, pripyat, dibangun dekat pltn chernobyl
untuk tempat tinggal pekerja pembangkit itu dan keluarganya.
Tipe pltn chernobyl dirancang untuk menghasilkan “plutonium” guna
pembuatan senjata nuklir serta listrik. Tipe pltn berfungsi ganda
seperti ini tidak ada di negara-negara barat, seperti, as dan prancis,
yang merupakan negara pioner pltn di samping uni soviet (pada waktu itu)
sebagai pioner pertama.
Secara garis besar, bencana chernobyl dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pada 25 april 1986 reaktor unit 4 direncanakan dipadamkan untuk
perawatan rutin. Selama pemadaman berlangsung, teknisi akan melakukan
tes untuk menentukan apakah pada kasus reaktor kehilangan daya turbin
dapat menghasilkan energi yang cukup untuk membuat sistem pendingin
tetap bekerja sampai generator kembali beroperasi.
Proses pemadaman dan tes dimulai pukul 01.00 pada 25 april. Untuk
mendapatkan hasil akurat, operator memilih mematikan beberapa sistem
keselamatan, yang kemudian pilihan ini yang membawa malapetaka. Pada
pertengahan tes, pemadaman harus ditunda selama sembilan jam akibat
peningkatan permintaan daya di kiev. Proses pemadaman dan tes
dilanjutkan kembali pada pukul 23.10 25 april. Pada pukul 01.00, 26
april, daya reaktor menurun tajam, menyebabkan reaktor berada pada
situasi yang membahayakan. Operator berusaha mengompensasi rendahnya
daya, tetapi reaktor menjadi tak terkendali. Jika sistem keselamatan
tetap aktif, operator dapat menangani masalah, namun mereka tidak dapat
melakukannya dan akhirnya reaktor meledak pada pukul 01.30.
Kecelakaan pltn chernobyl masuk level ke-7 (level paling atas) yang
disebut major accident, sesuai dengan kriteria yang ditentukan ines (the
international nuclear event scale). Di samping kesalahan operator yang
mengoperasikannya di luar sop (standard operation procedure), pltn
chernobyl juga tidak memenuhi standar desain sebagaimana yang ditentukan
oleh iaea (international atomic energy agency). Pltn chernobyl tidak
mempunyai kungkungan reaktor sebagai salah satu persyaratan untuk
menjamin keselamatan jika terjadi kebocoran radiasi dari reaktor.
Apabila pltn chernobyl memiliki kungkungan maka walaupun terjadi ledakan
kemungkinan radiasi tidak akan keluar ke mana-mana, tetapi terlindung
oleh kungkungan. Atau bila terjadi kebocoran tidak separah dibandingkan
dengan tidak memiliki kungkungan.
Secara perinci, kecelakaan itu disebabkan, pertama, desain reaktor,
yakni tidak stabil pada daya rendah – daya reaktor bisa naik cepat tanpa
dapat dikendalikan. Tidak mempunyai kungkungan reaktor (containment).
Akibatnya, setiap kebocoran radiasi dari reaktor langsung ke udara.
Kedua, pelanggaran prosedur. Ketika pekerjaan tes dilakukan hanya
delapan batang kendali reaktor yang dipakai, yang semestinya minimal 30,
agar reaktor tetap terkontrol. Sistem pendingin darurat reaktor
dimatikan. Tes dilakukan tanpa memberitahukan kepada petugas yang
bertanggung jawab terhadap operasi reaktor.
Ketiga, budaya keselamatan. Pengusaha instalasi tidak memiliki budaya
keselamatan, tidak mampu memperbaiki kelemahan desain yang sudah
diketahui sebelum kecelakaan terjadi.
Penilaian atas berbagai kelemahan pltn chernobyl menghasilkan evaluasi
internasional bahwa jenis kecelakaan seperti ini tidak akan mungkin
terjadi pada jenis reaktor komersial lainnya. Evaluasi ini ditetapkan
demikian karena mungkin berdasarkan analisis jenis reaktor lain yang
memenuhi persyaratan keselamatan yang tinggi, termasuk budaya
keselamatan yang dimiliki para operator sangat tinggi.
Dampak kecelakaanpada 2003, iaea membentuk “forum chernobyl” bekerja
sama dengan organisasi pbb lainnya, seperti who, undp, enep, un-ocha,
un-scear, bank dunia dan ketiga pemerintahan belarusia, ukraina, dan
rusia. Forum ini bekerja untuk menjawab pertanyaan, “sejauh mana dampak
kecelakaan ini terhadap kesehatan, lingkungan hidup dan sosial ekonomi
kawasan beserta penduduknya.” laporan ini diberi nama “cherno- byl
legacy”.
Diperkirakan semula dampak fisik akan begitu dahsyat. Artinya, akan
menimbulkan korban jiwa yang luar biasa banyaknya. Namun, ternyata data
sampai dengan 2006, jumlah korban yang meninggal 56 orang, di mana 28
orang (para likuidator terdiri dari staf pltn, tenaga konstruksi, dan
pemadam kebakaran) meninggal pada 3 bulan pertama setelah kecelakaan, 19
orang meninggal 8 tahun kemudian, dan 9 anak lainnya meninggal karena
kanker kelenjar gondok.
Sebanyak 350.000 likuidator yang terlibat dalam proses pembersihan
daerah pltn yang kena bencana, serta 5 juta orang yang saat itu tinggal
di belarusia, ukraina, dan rusia, yang terkena kontaminasi zat
radioaktif dan 100.000 di antaranya tinggal di daerah yang dikategorikan
sebagai daerah strict control, ternyata mendapat radiasi seluruh badan
sebanding dengan tingkat radiasi alam, serta tidak ditemukan dampak
terhadap kesuburan atau bentuk-bentuk anomali.
Di sisi lain, hasil studi dan penelitian terhadap likuidator menunjukkan
bahwa “tidak ada korelasi langsung antara kenaikan jumlah penderita
kanker dan jumlah kematian per satuan waktu dengan paparan radiasi
chernobyl.
Kemudian pada 1992-2002 tercatat 4.000 kasus kanker kelenjar gondok yang
terobservasi di belarusia, ukraina, dan rusia pada anak-anak dan remaja
0-18 tahun ketika terjadi kecelakaan, termasuk 3.000 orang yang berusia
0-14 tahun. Selama perawatan mereka yang kena kanker, di belarusia
meninggal delapan anak dan di rusia seorang anak. Yang lainnya selamat.
Berdasarkan laporan “chernobyl lecacy”, sebagian besar daerah pemukiman
yang semula mendapat kontaminasi zat radioaktif karena kecelakaan pltn
chernobyl telah kembali ke tingkat radiasi latar, seperti sebelum
terjadi kecelakaan. Dampak psikologis adalah yang paling dahsyat,
terutama trauma bagi mereka yang mengalaminya seperti stres, depresi,
dan gejala lainnya yang secara medis sulit dijelaskan.
Akibat kecelakaan itu, iaea dan semua negara yang memiliki pltn
membangun konsensus internasional untuk selalu menggalang dan
memutakhirkan standar keselamatan. Di sisi lain, pihak yang anti-pltn
telah menggunakan isu kecelakaan di chernobyl sebagai bahan kampanye
untuk menolak kehadiran pltn, termasuk di indonesia, dengan berbagai
informasi yang keliru karena ketidaktahuan akan kebenaran informasi
sebab terjadinya kecelakaan chernobyl.
Belajar dari kecelakaan chernobyl, iaea telah menetapkan standar
tambahan untuk memperkuat syarat keselamatan yang tinggi bagi
pembangunan dan pengoperasian pltn, antara lain, perbaikan desain sampai
pada generasi ke-4, aturan main dalam bentuk basic safety, dan berbagai
konvensi keselamatan.
Kesedihan Yang Tersisa Dari Tragedi Chernobyl
Tragedi Chernobyl sudah 24 tahun berlalu, namun kesedihan dan duka yang
tersisa bagi korban masih dirasakan hingga kini bahkan sampai akhir
hayatnya. Tragedi Chernobyl berawal dari ledakan reaktor ke-empat yang
ada di Chernobyl. Ledakan terjadi saat dilakukan sebuah eksperimen yang
sampai saat ini tidak ada penjelasan ekperimen apa yang sedang dilakukan
saat itu. Radiasi akibat ledakan tersebut mengkontaminasi wilayah yang
sangat luas di Ukraina, Belarus dan Rusia.
Alhasil, ledakan reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina pada tahun 26
April 1986, telah mengakibatkan Chernobyl menjadi sebuah kota mati,
berbahaya untuk dimasuki, terkait radiasi yang masih sangat aktif walau
telah 21 tahun lewat .Kecelakaan ini merupakan salah satu bencana nuklir
yang terdahsyat sampai saat ini. Disusul ledakan dan kebakaran serta
gelombang radiasi dari skala paling berbahaya yang jauh melewati batas
aman sampai paling lemah, menyebar hampir menuju ke seluruh Eropa.
Tidak ada kepastian berapa sebenarnya jumlah korban akibat tragedi
Chernobyl. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut angka 9.000 orang
yang menjadi korban akibat radiasi. Organisasi lingkungan hidup
Greenpeace memperkirakan jumlah korban bisa mencapai 93.000 orang.
Ratusan dari ribuan orang berhasil dievakuasi. PBB menyatakan, sekitar 7
juta orang masih hidup di wilayah berbahaya karena memiliki tingkat
radiasi di luar ambang batas aman. Hasil yang didapat sampai saat ini
adalah kanker ganas pada anak-anak yang baru lahir, kematian dalam
jangka waktu yang diprediksi bagi para pekerja saat membereskan
reruntuhan ledakan di kota itu, mutasi genetik luar biasa turun temurun
yang menyebar di hampir sebagian dari wilayah Eropa.
Tragedi Chernobyl adalah bencana nuklir terburuk dalam sejarah peradaban
umat manusia. Petaka yang menghantui Ukraina tersebut berawal pada 26
April 1986, yakni ketika satu dari empat reaktor nuklir di pembangkit
listrik Chernobyl, di utara Ukraina, meledak.
Radiasi yang dilepaskan ledakan itu 100 kali lebih besar daripada bom
atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Daerah separuh luas
Italia terkontaminasi dan radiasinya menyebar di sebagian besar wilayah
bekas Uni Soviet dan sebagian Eropa bagian utara.
Reruntuhan reaktor 4 Chernobyl
Hanya beberapa bulan setelah kecelakaan itu, reaktor ditutup dengan
sebuah selubung beton yang dirancang untuk menyerap radiasi dan
menyimpan sisa bahan bakar. Namun, sarkofagus hanya dimaksudkan sebagai
solusi sementara dan dirancang untuk bertahan 20-30 tahun.
Chernobyl sarkofagus Pada saat ini, dua dekade sejak kecelakaan yang
menewaskan 31 orang dan membuat 135 ribu lainnya mengungsi itu sudah
lewat. Benteng beton itu mulai rapuh akibat pembangunan tergesa-gesa
dalam tempo singkat. Kebocoran telah terjadi selama lebih dari 10 tahun
terakhir. Jika sarkofagus itu roboh, dikhawatirkan puluhan ton debu
radioaktif akan terlepas.
Kota yang ditinggalkan
Untuk mencegah hal itu, Presiden Ukraina Viktor Yushchenko telah meneken
kontrak US$ 505 juta atau Rp 4,6 triliun dengan sebuah konsorsium
perusahaan konstruksi Prancis, Novarka, Bouygues, dan Vinci. Sebuah
kubah baja padat akan menutup seluruh area itu dan menghentikan
kebocoran.
Struktur berbentuk kubah itu disebut new safe confinement (NSC), yang
dijamin aman dan bisa mengurung semua radioaktif di dalamnya. Bangunan
mirip hanggar pesawat terbang itu panjangnya 150 meter dan tinggi 105
meter. Sengaja dibuat cukup tinggi agar memudahkan pekerjaan
pembongkaran puing reaktor, bahan radioaktif, dan sarkofagus sebelum
ditutup untuk selamanya.
Pada acara penandatanganan kontrak, Yushchenko mengungkapkan
kelegaannya. “Untuk pertama kalinya, kami bisa berkata dengan jujur
kepada bangsa dan komunitas internasional,” kata Yushchenko. “Hari ini
jawaban terhadap masalah penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir
Chernobyl telah ditemukan.
Upaya menghapus beban itu memang tak mudah. Berulang kali Ukraina
“mengemis” bantuan kepada Uni Eropa dan negara barat lainnya untuk
mendanai sebuah shelter baru pengganti sarkofagus. Pertengahan September
lalu, masyarakat internasional setuju membantu negara pecahan Uni
Soviet tersebut.
Proyek itu dibiayai oleh dana internasional yang dikelola European Bank
for Reconstruction and Development. Juru bicara bank itu, Anton Usov,
mengatakan untuk perancangan shelter itu saja perlu satu setengah tahun
dan empat tahun lagi untuk pembangunannya.
Keseluruhan proyek menutup reaktor itu dimulai sejak 1997, termasuk
memperkuat sarkofagus, pemantauan radiasi, dan pelatihan ahli. Total
dana yang dibutuhkan sekitar US$ 1,39 miliar atau 12,7 triliun.
Mereka juga menandatangani kontrak US$ 200 juta dengan Holtec
International di New Jersey untuk penonaktifan pembangkit tenaga nuklir
itu. Proyek ini termasuk membangun sebuah fasilitas penyimpanan untuk
bahan bakar nuklir yang terkena radiasi, yang digunakan tiga reaktor
lain selama 23 tahun masa operasi pembangkit itu sebelum ditutup pada
2003.
Novarka akan merakit kubah pelindung tersebut langsung di lokasi, 100
kilometer utara Kiev pada bulan ini. Setelah selesai, kubah ini langsung
digeser menggunakan rel ke atas reaktor keempat dan membungkusnya
rapat-rapat. Berat kubah baja ini sekitar 18 ribu ton, dua kali lipat
berat Menara Eiffel.
Diperkirakan pada 2012 pekerjaan mempreteli sarkofagus dan reaktor itu
sudah komplet. “Tidak ada lagi Chernobyl,” kata pemimpin Vinci
Yves-Thibault de Silguy. “Tujuan akhir dari pelindung ini adalah
pembongkaran total.”
Kubah itu akan memberikan lampu hijau bagi rencana peremajaan industri
nuklir yang mengalami stagnasi selama 20 tahun karena Chernobyl. “Saya
yakin kelanjutan pengembangan pembangkit nuklir di dunia bergantung pada
penemuan solusi dalam kasus Chernobyl,” kata De Silguy. “Hari ini kami
mempunyai sinyal amat penting bagi dunia.”
Disisi lain, bencana nuklir Chernobyl, yang menjadi terbesar di dunia
tahun 1986 memberi pelajaran betapa berbahayanya kecelakaan nuklir saat
itu. Coba simak beberapa petikan dari kasus Chernobyl ini.
Dua puluh satu tahun lalu, tepatnya 26 April 1986 di Pripyat, sebuah
kota berpenduduk 50.000 jiwa raktor nomor empat di Pembangkit Listrik
Chernobyl meledak. Tigapuluh orang langsung tewas dalam ledakan dan
kebakaran tersebut. Reaktor ini terbakar selama sepuluh hari dan
mengkontaminasi sekitar 142 ribu kilometer persegi di utara Ukraina,
selatan Belarusia dan wilayah Bryansk di Rusia. Dan inilah kecelakaan
nuklir paling buruk di dunia.
Partikel akibat ledakan itu mengandung radio aktif 400 kali lebih banyak
dari ledakan bom atom Hiroshima dan memaksa sepertiga juta orang
mengungsi dari kediamannya serta menyebabkan epidemic kanker tiroid
(gondok) pada anak-anak. Biaya kerugian ekonomi, kesehatan dan
pembersihan kompensasi, dan kerugian produktivitas meningkat
berlipat-lipat dalam miliaran dolar. Perkiraan awal bahwa ratusan atau
ribuan orang akan tewas akibat bencana itu, memang tak terbukti. Tetapi
kerusakan genetis akibat bencana itu perlahan akan menimbulkan efek
negative. Prakiraan dari pihak berwenang tahun lalu menyatakan bahwa
kanker yang dipicu Chernobyl akan menewaskan 4000 jiwa.
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Tidak ada komentar:
Posting Komentar