Rabu, 03 Juni 2015

Hampir setengah penduduk Indonesia mengakses internet pada tahun 2018

jumlah pengguna internet


ButonmintZ.blogspot.com-Perusahaan riset pasar eMarketer kemarin (20/11) menampilkan laporan tentang top 25 negara dalam hal jumlah pengguna internet tahun 2013-2018. Menurut laporan tersebut, pada tahun 2015 mendatang, jumlah pengguna internet di seluruh dunia akan melampaui angka tiga miliar. Angka ini akan terus bertumbuh dan eMarketer memperkirakan hampir setengah penduduk dunia akan terhubung ke internet pada 2018 mendatang. 

pengguna internet dunia

Beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia, berkontribusi besar terhadap angka pertumbuhan tersebut. Pada tahun 2014 ini, ada empat negara Asia yang menduduki jajaran enam besar negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak yakni China, India, Jepang, dan Indonesia. Indonesia sendiri kini menduduki peringkat keenam dengan jumlah 83,7 juta pengguna di belakang Jepang yang berada di peringkat kelima dengan jumlah 102,1 juta.

Menurut eMarketer, mulai pada tahun 2017 mendatang, Indonesia akan menyalip Jepang untuk menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia. Pencapaian ini merupakan akibat dari pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia yang signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan, eMarketer memperkirakan hampir setengah penduduk di Indonesia akan menggunakan internet pada tahun 2018 mendatang. Pada tahun tersebut, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 123 juta. 

jumlah pengguna internet

Menurut senior forecasting analyst eMarketer, Monica Peart, pertumbuhan jumlah pengguna internet yang signifikan di berbagai negara berkembang seperti di Indonesia dipengaruhi oleh semakin murahnya perangkat dan koneksi mobile broadband yang kini ada di pasaran. Ia mengatakan:
Mobile phone dan koneksi mobile broadband yang murah telah meningkatkan akses dan penggunaan internet di negara-negara dimana fixed internet tidak terjangkau bagi konsumen, entah karena kurangnya infrastruktur atau biaya yang tidak terjangkau.
Alasan tersebut senada dengan laporan terbaru tentang kondisi teknologi mobile dunia yang dibuat oleh perusahaan penyedia layanan dan teknologi komunikasi asal Swedia Ericsson beberapa hari lalu. Laporan ini menyebutkan bahwa peningkatan jumlah langganan mobile yang signifikan di Asia disebabkan karena semakin banyaknya pengguna yang beralih dari feature phone ke smartphone, yang kini harganya semakin lebih murah.
Sumber: eMarketer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar