ButonmintZ.blogspot.com-Perusahaan riset pasar eMarketer kemarin (20/11) menampilkan laporan
tentang top 25 negara dalam hal jumlah pengguna internet tahun
2013-2018. Menurut laporan tersebut, pada tahun 2015 mendatang, jumlah
pengguna internet di seluruh dunia akan melampaui angka tiga miliar.
Angka ini akan terus bertumbuh dan eMarketer memperkirakan hampir
setengah penduduk dunia akan terhubung ke internet pada 2018 mendatang.
Beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia, berkontribusi besar
terhadap angka pertumbuhan tersebut. Pada tahun 2014 ini, ada empat
negara Asia yang menduduki jajaran enam besar negara dengan jumlah
pengguna internet terbanyak yakni China, India, Jepang, dan Indonesia.
Indonesia sendiri kini menduduki peringkat keenam dengan jumlah 83,7
juta pengguna di belakang Jepang yang berada di peringkat kelima dengan
jumlah 102,1 juta.
Menurut eMarketer, mulai pada tahun 2017 mendatang, Indonesia akan
menyalip Jepang untuk menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah
pengguna terbanyak di dunia. Pencapaian ini merupakan akibat dari
pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia yang signifikan dari
tahun ke tahun. Bahkan, eMarketer memperkirakan hampir setengah penduduk
di Indonesia akan menggunakan internet pada tahun 2018 mendatang. Pada
tahun tersebut, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 123
juta.
Menurut senior forecasting analyst eMarketer, Monica Peart,
pertumbuhan jumlah pengguna internet yang signifikan di berbagai negara
berkembang seperti di Indonesia dipengaruhi oleh semakin murahnya
perangkat dan koneksi mobile broadband yang kini ada di pasaran. Ia mengatakan:
Mobile phone dan koneksi mobile broadband yang murah telah meningkatkan akses dan penggunaan internet di negara-negara dimana fixed internet tidak terjangkau bagi konsumen, entah karena kurangnya infrastruktur atau biaya yang tidak terjangkau.
Alasan tersebut senada dengan laporan terbaru tentang kondisi teknologi mobile dunia yang dibuat oleh perusahaan penyedia layanan dan teknologi komunikasi asal Swedia Ericsson
beberapa hari lalu. Laporan ini menyebutkan bahwa peningkatan jumlah
langganan mobile yang signifikan di Asia disebabkan karena semakin
banyaknya pengguna yang beralih dari feature phone ke smartphone, yang kini harganya semakin lebih murah.
Sumber: eMarketer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar