Halal sex toy. ©2015 Merdeka.com
ButonmintZ.blogspot.com - Logo Halal tidak lama lagi akan dijumpai di
sebuah toko penjual alat bantu seks atau toko penambah vitalitas di Arab
Saudi. Penduduk kota suci Makkah telah menyetujui sertifikasi alat
bantu seks, seperti dilansir kantor berita Arab, Alyoum25, Rabu (21/4).
Salah satu yang mendukung sertifikasi itu adalah El Asira, toko alat
bantu seks milik Abdelaziz Aorag. Toko yang dikelola pria asal Maroko
ini sangat terkenal dengan produk minyak penambah gairah pria.
Dia mengaku masukan pendapat terkait logo halal tersebut dari seorang
ulama Arab. "Toko seks nantinya dapat membuat hubungan suami istri
semakin harmonis," ungkapnya kepada kantor berita Prancis, AFP.
Perusahaan vitalitas asal Jerman, Beate Uhse siap berkerja sama
dengan El Asira di Makkah untuk memenuhi standar halal. Diketahui,
perusahaan Jerman ini telah terkenal di beberapa negara eropa dengan
produknya yang bernama "sexciting", dan juga telah mengantongi 18
sertifikat Halal di toko Aorogh.
Walau El Asira telah mengantongi sertifikat halal, toko ini tetap
tidak menjual 'vibrator' karena sifat barang tersebut yang di haramkan
oleh Islam.
"Kami tidak menjual barang-barang yang menyalahi kodrat manusia,
karena sifat dari vibrator sendiri tidak murni merangsang daya seks
seseorang melainkan menggunakan alat," ungkapnya.
Pada dasarnya Islam tidak melarang seorang berhubungan seks, namun dalam batasan yang resmi yaitu pernikahan.
Dalam hadist juga disebutkan bila sang suami tidak boleh meninggalkan
sang istri lebih dari enam bulan demi menghindari penyimpangan seks,
selain itu tindakan 'foreplay' atau pemuasan sebelum berhubungan seks
juga tidak menyalahi aturan Islam, ungkap Hamza Yusuf, seorang lulusan
jurusan agama Islam di Kampus Zaytuna di Berkeley, California, Amerika
Serikat.
Diketahui, toko seks bersertifikat halal pertama ada di Turki pada tahun 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar